Langsung ke konten utama

AGAR TIDURMU BERSELIMUT MAGHFIRAH

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

Barangsiapa yang berdo’a ketika hendak merebahkan tubuhnya diatas kasur (dengan do’a ini):

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لا حَولَ ولا قوَّةَ إلَّا باللَّهِ العلِيِّ العظيمِ ، سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ للهِ ولا إلَهَ إلَّا اللَّهُ واللَّهُ أَكْبرُ

Tiada sesembahan yang haq kecuali hanya Allah semata, tiada sekutu sekalipun bagi-Nya
Semua adalah kepunyaan-Nya, segala puji bagi-Nya, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu
Tiada daya dan tiada upaya kecuali dengan izin Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung
Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada sesembahan yang haq kecuali Allah, dan Allah lah Yang Maha Besar:

Niscaya dosa-dosa atau kesalahan-kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.

(Shahih At-Targhib: 607)

✍ Ustadz Aan Chandra Thalib حفظه الله تعالى

🔁 BBG al-Ilmu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CINTA YANG TER'UJI'

Ini bukan tentang Cinta putih-abu, bukan pula cinta ala-ala romance picisan. Cinta Romeo dan Juliet pun tak bisa menandinginya. Apalah cerita itu hanya cerita un-faedah. Ini tentang cinta seumur hidup, cinta sehidup dan mati sesuai kehendak Alloh. Cinta yang terus dipupuk dan dirawat tumbuh bersama dan mekar dengan baik. Mewarnai setiap hari, setiap hati dan setiap diri.. Ini tentang cinta dewasa yang saling menguatkan ketaatan, saling mengingatkan kebaikan, saling berjalan bergandengan. Menepuk dan mengelus halus agar tak salah arah, menghapus setiap kesedihan, mencari solusi bersama dan berdiskusi dalam memecahkan perkara apapun. Ini tentang cinta seorang suami terhadap istrinya atau cinta seorang istri terhadap suaminya. Cinta yang setiap hari bermekaran, setiap tahun berbuah, setiap masa dinikmati bersama. Ini tentang Cinta yang 'Ter-Uji' Saat lelah, yang satu menguatkan Saat menangis, yang satu menghapus kesedihan Saat jalan buntu, yang satu memberi solusi ...
Suatu ketika saat Syaikh Abdurrozzaq mengisi pengajian, ada orang yang bertanya kepada beliau, “Ya Syaikh, bagaimanakah manhaj Nabi?” 🌴Pertanyaan ini unik karena diajukan saat santer-santernya fitnah tahdzir-mentahdzir di Arab Saudi, dan orang tersebut tentunya berniat baik ingin mengetahui bagaimanakah manhaj yang benar sehingga ia bisa berada di atas manhaj yang lurus sehingga selamat di tengah badai tahdzir dan fitnah. Namun, apa jawaban Syaikh? Beliau berkata, “Manhaj Nabi sudah jelas dan diketahui. Nabi bangun tengah malam lantas shalat malam. Menjelang shubuh beliau bersahur, lalu beristighfar menunggu shubuh. Kemudian beliau shalat Shubuh berjamaah. Setelah itu beliau duduk di masjid, berdzikir hingga waktu syuruq, lalu shalat dua rakaat. Jika tiba waktu dhuha beliau shalat Dhuha, dan seterusnya. Beliau bersedekah, mengunjungi orang sakit, membantu orang yang kesusahan, menjamu tamu… dan seterusnya. Manhaj beliau ma’ruf.” 🌴Demikian kira-kira jawaban beliau. Jawaban yan...

Kerangka Hati dan Rumahnya

Jika saatnya nanti kamu akan memulai untuk menetapkan dimana dan dengan siapa akan menjalani sisa akhir usia, cobalah memulainya dengan menyusun kerangkanya dahulu. Menyatukan visi misi, membuat ranting impian untuk berdua, dan menentukan arah akan dibawa kemana jika semuanya sudah siap. Jika hanya bertumpu pada harta, sudah banyak keluarga dengan melimpahnya rupiah namun sakit di dalamnya. Sebelum melangkah jauh, berhentilah sejenak dan mulai menentukan semuanya secara matang dan memastikan untuk kebaikan kedepannya. Nanti akan ada masanya, saat kamu luluh lantak oleh dia yang datang menjemputmu dan memintamu untuk menjadi permaisurinya. Namun lihatlah pada apa yang dia bawakan untukmu saat ia datang ke rumahmu, apakah dunia dengan berbagai macam kilaunya ? atau akhirat dengan berbagai macam kesederhanaan yang menyejukkan mata juga hati saat berada disampingnya ? Merangkai hati dan menentukan rumah singgah terakhir bagimu, janganlah mendahulukan dunia, ia akan hilang saat rak...