Langsung ke konten utama

Postingan

CINTA YANG TER'UJI'

Ini bukan tentang Cinta putih-abu, bukan pula cinta ala-ala romance picisan. Cinta Romeo dan Juliet pun tak bisa menandinginya. Apalah cerita itu hanya cerita un-faedah. Ini tentang cinta seumur hidup, cinta sehidup dan mati sesuai kehendak Alloh. Cinta yang terus dipupuk dan dirawat tumbuh bersama dan mekar dengan baik. Mewarnai setiap hari, setiap hati dan setiap diri.. Ini tentang cinta dewasa yang saling menguatkan ketaatan, saling mengingatkan kebaikan, saling berjalan bergandengan. Menepuk dan mengelus halus agar tak salah arah, menghapus setiap kesedihan, mencari solusi bersama dan berdiskusi dalam memecahkan perkara apapun. Ini tentang cinta seorang suami terhadap istrinya atau cinta seorang istri terhadap suaminya. Cinta yang setiap hari bermekaran, setiap tahun berbuah, setiap masa dinikmati bersama. Ini tentang Cinta yang 'Ter-Uji' Saat lelah, yang satu menguatkan Saat menangis, yang satu menghapus kesedihan Saat jalan buntu, yang satu memberi solusi ...
Postingan terbaru

PENJAGAAN TERBAIK

Ketertarikanmu pada seseorang bukanlah sebuah kesalahan, pun kecondongan hatimu akan menyukainya juga bukan sebuah dosa atau kutukan, wajarkan saja. Setiap pemilik, pasti akan menjaga apa yang dia punya, pun juga padamu. Saat kamu memiliki sebuah rasa, pada siapapun yang telah menarik perhatianmu, ingatlah bahwa cara penjagaan terbaik adalah dengan tidak memperdulikannya sama sekali. Jangan pernah. Saat kamu mulai memperdulikannya, menandakan bahwa kini dinding penjagaanmu mulai runtuh, terkikis. Semua bermula dari mulai memperdulikannya, berakhir dengan dia menyadari bahwa ada yang memperhatikannya dari jauh, lalu berbuah “isyarat-isyarat hati” padamu, menjadikanmu berbunga-bunga padahal belum saatnya, dan jika berakhir salah hati bagaimana? Penjagaan terbaik berasal dari-Nya, saat kamu menjaga apa yang kamu miliki, Dia akan menjaga hati yang pantas untukmu. Setiap yang terjaga akan bertemu pada yang terjaga pula. Percayalah. Sudah saatnya bagimu memilih semua yang baik-baik ...

Kerangka Hati dan Rumahnya

Jika saatnya nanti kamu akan memulai untuk menetapkan dimana dan dengan siapa akan menjalani sisa akhir usia, cobalah memulainya dengan menyusun kerangkanya dahulu. Menyatukan visi misi, membuat ranting impian untuk berdua, dan menentukan arah akan dibawa kemana jika semuanya sudah siap. Jika hanya bertumpu pada harta, sudah banyak keluarga dengan melimpahnya rupiah namun sakit di dalamnya. Sebelum melangkah jauh, berhentilah sejenak dan mulai menentukan semuanya secara matang dan memastikan untuk kebaikan kedepannya. Nanti akan ada masanya, saat kamu luluh lantak oleh dia yang datang menjemputmu dan memintamu untuk menjadi permaisurinya. Namun lihatlah pada apa yang dia bawakan untukmu saat ia datang ke rumahmu, apakah dunia dengan berbagai macam kilaunya ? atau akhirat dengan berbagai macam kesederhanaan yang menyejukkan mata juga hati saat berada disampingnya ? Merangkai hati dan menentukan rumah singgah terakhir bagimu, janganlah mendahulukan dunia, ia akan hilang saat rak...

CINTA DUNIA DAN TAKUT MATI

Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, . “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278, shahih kata Syaikh Al Albani. Lihat penjelasan hadits ini dalam ‘Aunul Ma’bud). Cinta dunia dan takut mati di sini adalah dua hal yang saling melazimkan. Itu berarti jika seseorang tertipu dan terlalu cinta pada...
Suatu ketika saat Syaikh Abdurrozzaq mengisi pengajian, ada orang yang bertanya kepada beliau, “Ya Syaikh, bagaimanakah manhaj Nabi?” 🌴Pertanyaan ini unik karena diajukan saat santer-santernya fitnah tahdzir-mentahdzir di Arab Saudi, dan orang tersebut tentunya berniat baik ingin mengetahui bagaimanakah manhaj yang benar sehingga ia bisa berada di atas manhaj yang lurus sehingga selamat di tengah badai tahdzir dan fitnah. Namun, apa jawaban Syaikh? Beliau berkata, “Manhaj Nabi sudah jelas dan diketahui. Nabi bangun tengah malam lantas shalat malam. Menjelang shubuh beliau bersahur, lalu beristighfar menunggu shubuh. Kemudian beliau shalat Shubuh berjamaah. Setelah itu beliau duduk di masjid, berdzikir hingga waktu syuruq, lalu shalat dua rakaat. Jika tiba waktu dhuha beliau shalat Dhuha, dan seterusnya. Beliau bersedekah, mengunjungi orang sakit, membantu orang yang kesusahan, menjamu tamu… dan seterusnya. Manhaj beliau ma’ruf.” 🌴Demikian kira-kira jawaban beliau. Jawaban yan...

💵SIMPLE SEDEKAH💵

✔ Belilah beberapa buah sandal jepit plastik atau bakiak kayu, letakkan di sekitar masjid agar para jamaah dapat menggunakannya saat akan berwudhu. Anda akan menikmati pahala dari setiap orang yang memakainya ✔ Letakkanlah di jendela kamarmu segelas air atau makanan untuk burung-burung kecil yang datang hinggap ke sana ✔ Sisihkanlah dari hasil upah jerih payahmu, sebagian untuk disumbangkan kepada anak yatim ✔ Belilah sekantong plastik kaos tangan dan kaos kaki, agar bisa diberikan kepada para pekerja ✔ Letakkanlah di kamarmu sebuah kotak, dimana setiap kali kamu merasa melakukan dosa, masukan uang receh 3-5ribu ke dalamnya, jika sudah 1 bulan, buka kotak itu dan besedekahlah dengan uang tersebut. Lakukanlah ini setiap bulan ✔ Jika anda hadir dalam acara kumpul-kumpul bersama keluarga dan kerabat, belilah ½-1 doos air mineral, niatkan untuk sedekah kepada orang² yang butuh minum, yang sakit, dan lainnya ✔ Jika anda ...

AGAR TIDURMU BERSELIMUT MAGHFIRAH

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang berdo’a ketika hendak merebahkan tubuhnya diatas kasur (dengan do’a ini): Ù„َا Ø¥ِÙ„َÙ‡َ Ø¥ِÙ„َّا اللَّÙ‡ُ ÙˆَØ­ْدَÙ‡ُ Ù„َا Ø´َرِيكَ Ù„َÙ‡ُ Ù„َÙ‡ُ الْÙ…ُÙ„ْÙƒُ ÙˆَÙ„َÙ‡ُ الْØ­َÙ…ْدُ ÙˆَÙ‡ُÙˆَ عَÙ„َÙ‰ ÙƒُÙ„ِّ Ø´َÙŠْØ¡ٍ Ù‚َدِيرٌ، لا Ø­َولَ ولا قوَّØ©َ ...